ABORTUS

Juni 19, 2008

ABORTUS

A. Pengertian :

Abortus adalah : kegagalan kehamilan sebelum umur 28 minggu / berat janin kurang dari 1000 gram.

B. Klasifikasi :

1. Menurut macamnya :

-Abortus spontan

-Abortus provokatus

2. Menurut derajatnya :

-Abortus iminents

-Abortus inciptens

-Misses abortus

-Abortus hebrivalis

C. Etiologi

-Ovum patologik, embrio degerasi yang kandungan di sertai pertumbuhan placenta abnormal.

-Kromosom pola sel telur dan sperma

-Kondisi rahim yang tidak optimal

-Penyakit ibu (hypertensi, diabetes),

(Penyakit infeksi, fotoplasmosisi, sipilis).

-Malnutrisi

-Laparatomie

-Organ reproduksi abnormal

-Trauma fisik dan jiwa

D. Pato Fisiologis

Perdarahan pada desudra gasalis yang menyebabkan nutrisi dari jaringan disekitarnya. Selanjutnya sebagian atau seluruh janin akan terlepas dari dinding rahim, keadaan ini merupakan benda asing bagi rahim sehingga merangsang kontraksi rahim untuk terjadi ekpalsi. Bila ketuban pecah terlihat janin mealerasi bercampur air ketuban seringkali flex tak tumpah dan ini disebut (Bleghted Ovum)

E. Komplikasi

-Perdarahan

-Nyeri

-Febris

G. Tatalaksana Pencegahan Abortus

Abortus

Abortus insipien

-Darah bergumpal

-Nyeri abdomen

-O sudah ada

Abortus incopletus :

-Darah masih berkurang.

-Pembukaan masih ada teraba sisa jaringan.

Abortus Imineses

-Perdarahan

-Nyeri abdomen

-O lidah ada

Tindakan konservatif

-Obat :

Penenang

Anti spadme

-Hormonal

Progesteron

Puphastern

Gesteron / paramesfm

-Periksa lab.

Kehamilan berlanjut

ANC, persalinan aterm.

Tindakan definitif :

-Darah berkurang

-Pembekuan masih ada

-Teraba sisa jaringan

Komplikasi :

-Perdarahan

-Infeksi

-Ferforasi

-Keganasan

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Juni 19, 2008

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

A. Pengertian

Hiperemesis : Mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi.

B. Etiologi

Sebab pasti belum diketahui, frekwensi kejadian adalah 2 per 1000 kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang dikemukakan :

Sering terjadi pada primigravida, diabetes, dan kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCb.

Faktor organik karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic.

Faktor psikologi : keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut memikul tanggungjawab, dan sebagainya.

Faktor endokrin lainnya, hipertiroid, diabetes, dan lain-lain.

C. Gejala dan Tingkat

1. Batas mual muntah berapa banyak yang disebut hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan bias lebih dari 10 x muntah, akan tetapi keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis.

2. Tingkat I (ringan)

Mual muntah terus menerus menyebabkan :

Penderita lemas, tidak mau makan, berat badan turun dan nyeri di epigastrium, nadi 100 x/menit, tekanan darah turun, kulit kering, lidah kering dan mata cekung.

3. Tingkat II (sedang)

Mual muntah hebat menyebabkan :

Penderita lebih parah : lemah, apatis, kulit mulai jelek, lidah kering dan kotor, nadi pelan dan tensi turun, hemokonsentrasi, aligari dan konstipasi.

4. Tingkat III (berat)

Keadaan umum jelek, kesadaran sangat menurun, koma, nadi pelan, halus dan cepat dehidrasi hebat, suhu badan naik dan turun.

Fisiologi Hamil Muda

Faktor hiperemesti Graurdarum

-Psikologi

-Kehamilan yang tidak diinginkan.

-Gizi kurang/anemia.

-Alergi vili tervealis

-Estrogen Hcb tinggi

Pemeriksaan :

-Mual – emesis mengganggu kehidupan sehari-hari.

-Hiperemesis dengan berbagai tingkatan.

Emesis Gravidarum

-Emesis, mulal tanpa gangguan.

-ANC rutin (KIE – KIM hamil)

Pendekatan psikologis

-Pengobatan :

Ringan

Vitamin penunjang

Hiperemesis gravidanim

-Emesrs – mual menggangu

Kehidupan sehari-hari.

-Hiperemisis dengan berbagai tingkatan.

Pengobatan berhasil :

-ANC intensif

-KIE – KIM kehamilan

-Vitamin pendukung dan 4 sehat 5 sempurna.

Hipermesis gravidarum :

-Masuk rumah sakit tingkat II/III.

-Materi pengobatan

-Isolasi fisiologis

Pengobatan gagal :

-Terminasi kehamilan dengan indikasi, gangguan psikologis

Gangguan R. Organ.

KEHAMILAN EKTOPIK

Juni 19, 2008

KEHAMILAN EKTOPIK

A. Pengertian

Kehamilan ektopik adalah : kehamilan yang berlangsung di luar endometrium yang normal (travum uteri). Kehamilan ekstraterin adalah : kehamilan di luar batas uterus, sedangkan kehamilan heterntupik adalah : hamil intraveterin dan hamil ektopik yang terjadi bersama-sama.

B. Lokasi kehamilan ektopik

Kebanykan kehamilan ekstravterin terjadi pada tuba fallopii (gestas, ektopik) tetapi jarang ovum yang ferter / berimplantasi pada permukaan ovarium / servik uterin. Sangat jarang ovum fertile berimplantasi pada ometrum (kehamilan abdominal).

C. Patofisiologi

Terjadinya kehamilan ektopik terutama akibat gangguan transportasi ovum yang telah dibuahi dari tuba ke rongga rahim, disamping itu jua akibat kelainan ovum yang dibuahi itu sendiri merupakan predisposisi untuk terjadinya ektopik.

Penyebabnya dari kehamilan dapat dikelompokkan atas :

  1. Gangguan transportasi dari hasil konsepsi (PID, adanya AKDR : alat kontrasepsi dalam rahim) penyempitan tuba pasca bedah mikro.
  2. Kelainan hormonal (indotesi ovulasi, invitro vertilitas, ovulasi yang terlambat, transmigrasi ovum).

D. Gejala Klinis

Gejala klinis dari suatu kehamilan ektopik sangat beraneka ragam :

1. Kehamilan ektopik yang belum terganggu

-Terdapat gejala seperti kehamilan normal missal : Amenorhoe, mual, muntah dan sebagainya.

-Pada pemeriksaan fisik di dapatkan rahim yang juga membesar dan seperti adanya tumor di daerah adnexa.

-Trias klasik yang sering di dapatkan adalah : amenorhere, perdarahan dan rasa sakit.

2. Kehamilan ektopik terganggu (K.E.T)

Disamping gejala-gejala di atas didapatkan akut andomen akibat pecahnya kehamilan ektopik dan gangguan hemodinamika berupa hipolemik akibat perdarahan.

E. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan terhadap kehamilan ektopik meliputi :

1. Non bedah (tanpa operasi)

a. Observasi beda Hcb (bila menurun berarti kehamilan mati dan diabsorpsi)

b. pengobatan dengan metotretesat pada kehamilan ektopik utuh atau abdomen.

2. Tindakan operasi hamil ektopik

a. Salfingektomi

b. Salfingostomi

c. Histerotomi

d. Lapastomi untuk mengeluarkan kehamilan abdomiral

Tugas Bidan menghadapi kehamilan ektopik adalah :

a. Mengadakan diagnosis kehamilan

b. Segera melakukan rujukan sehingga dapat tertolong dengan segera.

c. Saat melakukan rujukan sebaiknya dilakukan pemasangan infus sebagai pengganti darah yang hilang. Bila mungkin ikuti antar ke rumah sakit yang dapat memberi pertolongan operasi.

Dengan dilakukan tindakan tersebut, bidan dapat ikut menurunkan mobilitas dan mortalitas (kematian) akibat hamil ektopik.

F. Komplikasi

Pada umumnya akibat pecahnya kehamilan ektopik akan terjadi perdarahan yang bias mengakibatkan kematian penderita bila tidak segera mendapat pertolongan.

Hello world!

Juni 19, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.